Kumpulan Rumus Fisika Untuk SMP

213 views

Kumpulan Rumus Fisika Untuk SMP - Pelajaran di bangkiu sekolah yang menjadi momok kedua bagi siswa adalah fisika. Namun tahukah Anda dalam pelajaran fisika ini, pada dasarnya Anda mempelajari hal-hal yang ada di sekitar kita. Dibawah ini ada beberapa kumpulan rumus fisika untuk SMP, diantaranya:

Kalor

didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit.

Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor

  1. massa zat
  2. jenis zat (kalor jenis)
  3. perubahan suhu

Sehingga secara matematis dapat dirumuskan :

Q = m.c.(t2 – t1)

Dimana :

Q adalah kalor yang dibutuhkan (J)

m adalah massa benda (kg)

c adalah kalor jenis (J/kgC)

(t2-t1) adalah perubahan suhu (C)

Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis

  • Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu
  • Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten), persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg)

Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu kapasitas kalor (H) dan kalor jenis (c)

Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius.

H = Q/(t2-t1)

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter.

c = Q/m.(t2-t1)

Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbentuk persamaan baru

H = m.c

Analisis grafik perubahan wujud pada es yang dipanaskan sampai menjadi uap. Dalam grafik ini dapat dilihat semua persamaan kalor digunakan.

Grafik Perubahan Wujud Es

Keterangan :

Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 0 C kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadi air barulah terjadi kenaikan suhu air (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 100 C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap (Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali (Q5)

Rumus:

!v=frac{s}{t}

Dengan ketentuan:

  • !s = Jarak yang ditempuh (m, km)
  • !v = Kecepatan (km/jam, m/s)
  • !t = Waktu tempuh (jam, sekon)

Catatan:

  1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah !s=!vtimes!t.
  2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah !t=frac{s}{v}.
  3. Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah !v=frac{s}{t}.

Perpindahan sudut, kecepatan sudut, dan percepatan sudut

Perpindahan sudut adalah posisi sudut benda yang bergerak secara melingkar dalam selang waktu tertentu.

 theta = omega times t

Keterangan:

  •  theta  = perpindahan sudut (rad)
  •  omega  = kecepatan sudut (rad/s)
  • t = waktu (sekon)

Kecepatan sudut rata-rata ( overline{omega} ): perpindahan sudut per selang waktu.

 overline{omega} = frac {vartriangletheta} {vartriangle t} = frac {theta_{2} - theta_{1}} {t_{2} - t_{1}}

Percepatan sudut rata-rata ( alpha ): perubahan kecepatan sudut per selang waktu.

 alpha = frac {vartriangleomega} {vartriangle t} = frac {omega_{2} - omega_{1}} {t_{2} - t_{1}}

 alpha  : Percepatan sudut (rad/s2)

Percepatan sentripetal

Arah percepatan sentripetal selalu menuju ke pusat lingkaran.

Percepatan sentripetal tidak menambah kecepatan, melainkan hanya untuk mempertahankan benda agar tetap bergerak melingkar.

 A_{s} = frac {v^2} {r} = omega^2 r

Keterangan:

  • r : jari-jari benda/lingkaran
  • As: percepatan sentripetal (rad/s2)

Gerak parabola

Gerak parabola adalah gerak yang membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Pada gerak parabola, gesekan diabaikan, dan gaya yang bekerja hanya gaya berat/percepatan gravitasi.

Gerak parabola.png

Pada titik awal,

Vo_{x} = Vo times cos alpha

Vo_{y} = Vo times sin alpha

Pada titik A (t = ta):

Va_{x} = Vo_{x} = Vo times cos alpha

Va_{y} = Vo_{y} - g times t_{a}

Letak/posisi di A:

X_{a} = Vo_{x} = Vo times t_{a}

Y_{a} = Vo_{y} times t_{a} - 1/2 g {t_{a}^2}

Titik tertinggi yang bisa dicapai (B):

h_{max} = frac {{(Votimessinalpha})^2} {2g} = frac {{(Vo^2timessin^2alpha})} {2g}

Waktu untuk sampai di titik tertinggi (B) (tb):

 V_{y}=0

 V_{y}= Vo_{y} - g t

 0= Vo sin alpha - g t

t_{b} = frac {{(Votimessinalpha})} {g} = frac {Vo_{y}} {g}

Jarak mendatar/horizontal dari titik awal sampai titik B (Xb):

X_{b} = Vo_{x} times t_{b}

X_{b} = Vo cos alpha times (frac {{(Votimessinalpha})} {g})

X_{b} = frac {{Vo^2} times sin 2alpha} {2g}

Jarak vertikal dari titik awal ke titik B (Yb):

Y_{b} = frac {Vo_{y}^2} {2g}

Y_{b} = frac {{Vo^2} times sin^2 alpha} {2g}

Waktu untuk sampai di titik C:

t_{total} = frac {{(2 Votimessinalpha})} {g} = frac {2 Vo_{y}} {g}

Jarak dari awal bola bergerak sampai titik C:

X_{maks} = Vo{x} times t_{total}

X_{maks} = Vo times cos alpha times frac {{(2 Votimessinalpha})} {g}

X_{maks} = frac {{Vo^2} times sin 2alpha} {g}

Semoga kumpulan rumus fisika untuk SMP diatas dapat bermanfaat untuk Anda. Anda juga dapat membaca kumpulan rumus kami yang lain seperti kumpulan rumus matematika untuk SD dan kumpulan rumus matematika untuk SMP.

Tags: #Kumpulan Rumus Fisika Untuk SMP #Rumus Fisika Untuk SLTP